Friday, March 12, 2010

Pesan Ali Bin Abi Thalib

Dua Hal yg Paling aku takuti atas Kalian: angan-angan yg panjang dan mengikuti hawa nafsu.

Angan-angan yg panjang dapat melalaikan akhirat, sedang mengikuti hawa nafsu dpt menghalangimu dari kebenaran.

Ingatlah Sesungguhnya Dunia ini akan ditinggalkan dan akan datang Penggantinya.

Masing-masing diantara dunia & Akhirat memiliki anak. Jadilah kalian anak-anak akhirat dan Jangan menjadi anak-anak Dunia. Karena hari ini ada amal tetapi tidak ada Hisab, Sedangkan hari esok ada hisab tetapi tidak ada lagi amal. (Ali Bin Abi thalib)

Saturday, March 6, 2010

Segala yang terjadi tak Lepas dari TakdirNya

“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” [At-Taghaabun: 11]

"Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang TELAH DITETAPKAN oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal." (At-Taubah: 51)

"Demi Allah, sesungguhnya seorang dari kalian atau seseorang beramal dengan amalan ahli neraka, sehingga jarak antara dirinya dengan neraka hanya sedepa atau sehasta lagi, tetapi telah berlaku ketetapan sebelumnya atasnya, lalu dia beramal dengan amalan ahli surga, sehingga dia pun masuk ke dalam surga. Dan seseorang benar-benar beramal dengan amalan ahli surga sehingga jarak antara dirinya dengan surga hanya sehasta atau dua hasta lagi, tetapi TELAH BERLAKU KETETAPAN ATASNYA, lalu dia beramal dengan amalan ahli neraka, sehingga dia pun MASUK NERAKA." [HR. Bukhari (no. 6594)]

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:
"Barang siapa yang memenuhi hatinya dengan ridha kepada takdir, maka Allah memenuhi dadanya dengan kecukupan, rasa aman dan qana'ah, serta mengosongkan hatinya untuk mencintai-Nya, kembali dan bertawakkal kepada-Nya.
Barang siapa yang tidak memiliki keridhaan, maka Allah akan memenuhi hatinya dengan hal yang sebaliknya, dan lalai terhadap perkara yang di dalamnya terdapat kebahagiaan dan keberuntungannya.

Senandung Asa

kutanyakan pada malam adakah rahasia dalam dadamu, wahai yang menyembunyikan rahasia dan kabar?
Dia menjawab, ya takkan Aku bocorkan rahasia kecuali kepada mereka yang datang kepada-Ku menjelang fajar.
Betapa banyak kau mengeluh dan berkata tidak punya apa-apa,
padahal bumi, langit dan bintang tercipta untukmu.
Kicau burung bernyanyi riang menemanimu memujiNya, hembusan angin menyapa dedaunan menggetarkan hatimu mengingatNya, dan air di sekitarmu memancar berdecak mengalir dalam jasadmu ketika kau minum.
Dunia ceria kepadamu lalu kenapa kau cemberut.
Hatiku tersenyum menatapmu, tapi kenapa engkau tidak tersenyum?
atau kau murung karena kau anggap apa-apa yang menimpamu adalah musibah, 
tapi tak mungkin kau mencegah datangnya musibah.
Syukurilah segala nikmat, karena segala yang menimpa adalah KaruniaNya.
Lihatlah...! masih ada langit cerah untuk kita bersama menatap indahnya masa yang masih tersisa... dalam naungan Doa dan RahmatNya... :)

Sifat Kasih Sayang Rosul


Dalam suatu khutbahnya Rasulullah s.a.w. telah menyeru supaya manusia berbuat baik antara satu sama lain terutama terhadap anak-anak yatim, janda-janda juga terhadap binatang.

Pada suatu ketika Rasulullah melihat seekor kucing yang sedang tidur dengan anak-anaknya di atas jubah yang hendak dipakainya. karena sifat kasih sayangnya, Rasulullah rela menggunting sebagian bagian jubahnya dan yang selebihnya untuk di pakai. Dengan begitu kucing-kucing tersebut tidak terganggu tidurnya.

Suatu ketika yang lain pula ketika Rosululllah sedang berjalan-jalan, tiba-tiba ada seekor unta yg sedang berlari kencang. Orang2 ramai berlarian agar ridak tertabrak oleh Unta tersebut. Tetapi anehnya ketika Unta tersebut berada di depan rasuullah, seketika Unta tersebut diam dan menjadi jinak, lalu Rasul memeluk Unta tersebut. Sesaat kemudia si Pemilik Unta datang mengucapkan terima kasih kepada Rasul.

Rasulullah tahu apa yang menyebabkan unta itu lari dari tuanya. beliau berkata: "Kenapa engkau tidak memberikan makanan yang cukup untuk unta ini? Ia mengadu lapar kepadaku. Kalau engkau dapat menjaganya dengan baik ia tidak akan lari." Orang itu sangat terkejut mendengar kata-kata Rasulullah, dia tidak menyangka bahwa unta itu dapat mengadu kepada Rasulullah dan baginda rosul memahami bahasa binatang itu. Lantas kemudian Si Pemilik Unta mengakui kesalahannya.

Menyayangi binatang merupakan perkara yang memiliki keutamaan yang tinggi. Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,
بَيْنَمَا كَلْبٌ يَطِيْفُ بِرَكِيَّةٍ قَدْ كَادَ يَقْتُلُهُ الْعَطَشُ ؛ إِذْ رَأَتْهُ بَغْيٌ مِنْ بَغَايَا بَنِيْ إِسْرَائِيْل فَنَزَعَتْ مُوْقَهَا فَاسْتَقَتْ لَهُ بِهِ فَسَقَتْهُ إِيَّاهُ فَغَفَرَ لَهَا بِهِ
“Tatkala ada seekor anjing yang mengelilingi sebuah sumur, ia hampir-hampir mati karena haus. Tiba-tiba ia dilihat oleh seorang wanita pelacur di antara pelacur-pelacur Bani Israil. Kemudian wanita itu melepaskan selopnya seraya mengambilkan air untuk anjing itu dengan menggunakan selop itu. Ia pun memberi minum kepada anjing itu. Lantaran itu Allah mengampuni dosa wanita itu”. [HR. Al-Bukhary dalam Ash-Shahih (3278) dan Muslim dalam Ash-Shahih (2245). Lihat Ash-Shahihah (30) ]