Thursday, April 8, 2010

Mensyukuri Nikmat Hidup

Pada suatu hari ada seorang gadis buta yg sangat membenci dirinya sendiri. Karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya.

Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadisnya itu kalau gadisnya itu sudah bisa melihat dunia.

Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada gadisnya itu Yang akhirnya dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasih gadisnya itu .

Kekasihnya bertanya kepada gadisnya itu , ” Sayangggg … sekarang kamu sudah bisa melihat dunia. Apakah engkau mau menikah denganku?” Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya itu ternyata buta. Dan dia menolak untuk menikahi si pria pacar-nya itu yg selama ini sudah sangat setia sekali mendampingi hidupnya selama si gadis itu buta matanya.

Dan akhirnya si Pria kekasihnya itu pergi dengan meneteskan air mata, dan kemudian menuliskan sepucuk surat singkat kepada gadisnya itu, “Sayangku, tolong engkau jaga baik-baik ke-2 mata yg telah aku berikan kepadamu.”

* * * * *

Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.

Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata- kata kasar Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.

Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu, Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum engkau mengeluh tentang suamimu, ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan untuk meminta penyembuhan sehingga suaminya TIDAK LUMPUH seumur hidup.

Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu, Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke alam kubur dengan masih menyertakan kemiskinannya.

Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu Ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.

Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.

Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu, pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.

Hidup adalah anugerah, syukurilah, jalanilah, nikmatilah dan isilah hidup ini dengan sesuatu yg bermanfaat untuk umat manusia.

SYUKURILAH dan BERI YANG TERBAIK DI SETIAP DETIK DALAM HIDUPMU, KARENA ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI untuk waktumu selanjutnya !!!

HIKMAH
Bersyukur kepada Allah adalah salah satu konsep yang secara prinsip ditegaskan di dalam Al-Qur'an pada hampir 70 ayat. Perumpamaan dari orang yang bersyukur dan kufur diberikan dan keadaan mereka di akhirat digambarkan. Alasan kenapa begitu pentingnya bersyukur kepada Allah adalah fungsinya sebagai indikator keimanan dan pengakuan atas keesaan Allah. Dalam salah satu ayat, bersyukur digambarkan sebagai penganutan tunggal kepada Allah:

Hai orang-orang yang beriman! Makanlah di antara rezeki yang baik yang kami berikan kepadamu. Dan bersyukurlah kepada Allah jika memang hanya dia saja yang kamu sembah. (Al-Baqarah: 172)

Pada ayat lain bersyukur digambarkan sebagai lawan kemusyrikan:

Baik kepadamu maupun kepada nabi sebelummu telah diwahyukan: "Jika engkau mempersekutukan Tuhan, maka akan terbuang percumalah segala amalmu dan pastilah engkau menjadi orang yang merugi. Karena itu sembahlah Allah olehmu, dan jadilah orang yang bersyukur (Az-Zumar: 65-66)

Wednesday, April 7, 2010

Meskipun Sedikit Asalkan Berkelanjutan *IstiQomah*

“Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.” ( QS. Al Baqarah: 110)


Melangkah terus di atas Jalan Ketaatan

Melakukan amal shalih secara terus-menerus, setahap demi setahap, ibarat membangun benteng diri yang kokoh. Inilah amal yang dicintai Allah, yakni melakukan ibadah dan kebaikan tanpa henti, meskipun hanya sedikit. Ibarat menanam benih pohon, memberinya pupuk dan menyiraminya dengan air. Pohon itu adalah jiwa kita sendiri. Pupuk dan airnya adalah amal-amal ibadah dan keimanan. Maka, siramilah pohon iman itu agar ia tumbuh segar dan tak layu, agar jiwa terus terangkat menuju derajat yang lebih baik, menapaki tanga-tangga kearah kesempurnaan.
Semangat Kontinuitas dalam beramal dengan tetap memelihara kualitas beramal. Maka siapapun yang ingin mencapai tujuan besar (yakni tetap berada dalam keistiqamahan) maka ia harus menempuh terlebih dahulu penderitaan, kesulitan dan keadaan yang tidak disukai.
Maka beramal secara bijaksana, karena istiqamah, kontinuitas dan kesinambungan sulit diterapkan keculai dengan memilih jalan pertengahan, tidak berlebihan dan tidak melewati batas kemampuan melakukannya. Sabda Rasul: “Luruskanlah dirimu dan janganlah berlebih-lebihan...” (HR. Ibnu Majah)
Sabda Rasul: “Ahabbul a’maali ilallahi adwamuha wa in qalla.” Artinya, perbuatan yang paling dicintai Allah adalah adalah yang terus-menerus walaupun hanya sedikit. (HR. Bukhari dan Muslim).
Optimalkan usia yang masih tersisa, teruslah melakukan amal sampai ajal menjelang!


Kenapa Sedikit Tapi Berkelanjutan itu Lebih Baik?

1. Sedikit tapi kontinu adalah indikasi keikhlasan
Ibadah yang dilakukan hanya sewaktu-waktu, tidak kontinu, sesuai keadaan adalah tanda keikhlasan belum sempurna, karena dilakukan ketika sedang butuh.
“Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat) seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS. Yunus :2)
Hamba yang ikhlas akan tetap istiqamah melakukan ibadah. Saat sulit ia bersimpuh dan sujud memohon pertolongan Allah, saat lapang ia semakin banyak bersyukur dan mendekat kepada Allah.

2. Sedikit tapi kontinu adalah mata air rasa nyaman
Amal shalih yang dilakukan teru-menerus meski sedikit akan menciptakan suasana damai dan tenang dalam hati, karena kontinuitas ibadahnya itulah yang membina jiwa sehingga ia merasakan kebahagiaan dan kelezatan serta kedekatan kepada Allah.

3. Sedikit tapi kontinu adalah strategi
Perbutan manusia memiliki beberapa tingkatan. Saat amal ibadahnya sedikit berarti ia berada pada tingkatan rendah, apabila istiqamah itu adalah strategi untuknya dalam meningkatkan amal ibadahnya menuju tingkatan amal yang lebih tinggi lagi. Karena merasa amal ibadah yang rendah itu sudah cukup mudah dan tidak berat lagi dilakukan.

4. Sedikit tapi kontinu adalah bahan bakar utama
Karena dengan amal ibadah sedikit tapi kontinu akan semakin menyuburkan iman dalam jiwanya sehingga bertambahlah keinginan baginya untuk lebih meningkatkan amalnya agar lebih dekat lagi kepada Allah.
Ibarat sebuah lentera, bila lentera adalah iman, maka minyak/bahan bakarnya adalah amal-amal shalih. Bila ia melakukan amal shalih walaupun sedikit akan tetap menambah minyak bagi lentera, sehingga bertambahlah keimanannya dan selamat dari jalan yang sesat.


Kebaikan Itu Ada Nafasnya

Ada batas minimal seorang muslim bisa tetap bertahan melakukan kebaikan.rahasianya terletak pada kemampuan menyiasati lika liku agar tetap dalam kebaikan. Berikut langkah-langkah dalam menyiasati dan menjaga nafas-nafas kebaikan:
1. Yakin setiap amal ada nilainya
tidak ada kebaikan yang tak bernilai meskipun hanya kecil, kita tidak boleh menganggap remeh amal kebaikan yang kecil. Ini dalam kaitan menjaga semangat beramal, bukan berarti amal kita sudah banyak.
Banyak peran-peran penting yang diemban oleh unsur-unsur kecil, demikian juga amal. Gunung yang tinggi menjulang terdiri dari bebatuan yang kecil dan besar. Penyangga rel kereta api yang dilalui ular-ular besi yang beratnya berton-ton, ternyata di bawah bantalan rel itu teradapat batu-batu kecil yang menyangganya.
Nasihat Rasulullah kepada istrinya Aisyah, “Jauhilah neraka, meski dengan (bersedekah senilai) separo biji kurma.”
Kebaikan yang dilaksanakan dengan ikhlas, akan dibahas oleh Allah.

Sebagaimana firman Allah swt:
(Luqman berkata): "Hai anakku, Sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.

Nb: yang dimaksud dengan Allah Maha Halus ialah ilmu Allah itu meliputi segala sesuatu bagaimana kecilnya.

2. Selalu merasa kurang
Kita tidak boleh merasa puas dengan apa yang terlah kita lakukan. Hal ini perlu, demi menyambung amal-amal kebajikan. Artinya, dengan merasa kurang, kita akan terdorong terus beramal dan beramal.
Dunia ini seperti hutan belantara yang gelap. Yang tidak punya cahaya dan tidak yang tahu jalan pasti tersesat. Lentera dan cahaya itu adalah iman kepada Allah, sedang minyak dan bahan bakarnya adalah amal-amal saleh. Dengan lentera itu kita tidak akan salah jalan dan bisa menghindari jurang yang berbahaya.
Iman yang tidak dinyalakan dengan amal, tidak akan bisa menerangi hidup, hingga akhirnya padam. Maka setiap kali berbuat kebaikan, ingatlah bahwa ia akan menambah minyak bagi lentera itu.

3. Carilah Kesegaran Baru
Kadangkala timbul rasa malas dan bosan untuk terus melakukan kebaikan tertentu, karena kita tidak pernah luput dari pasang surut semangat, naik turun iman dan irama hati yang kadang berubah-ubah. Keadaan ini berpengaruh terhadap kesinambungan sebuah amal. Mula-mula berkurang, tetapi bila dibiarkan bisa membuat terhenti.
Untuk menghadapinya, carilah kesegaran baru. Maksudnya, mencoba menyegarkan kembali jiwa dan raga. Bisa dengan cara mengubah kebiasaan yang rutin dengan sesuatu yang baru, menyela kegiatan yang monoton dengan kegiatan yang baru. Misal: dengan rekreasi, olahraga, silaturahmi, bermain bersama anak-anak, dan lain-lain. Kesegaran ini tentu harus dalam batas halal.

4. Mohon Pertolongan Allah
Yang utama dan pertama adalah memohon pertolongan Allah, dengan berdoa dan bertaqorub kepada-Nya.
Dalam konteks kemanusiaan, mintalah pertolongan kepada sesama muslim; seperti teman, saudara, keluarga, orang-orang saleh, dan sebagainya, yaitu meminta nasihat dari mereka, menimba pengalaman, atau saling berbagi.


SEPULUH PERKARA YANG TIDAK BERMANFAAT
1. Ilmu yang tidak diamalkan
2. Amal yang tidak ikhlas
3. Harta yang tidak dipersembahkan kepada akhirat
4. Hati yang tidak mencintai Allah
5. Badan yang tidak taat dan tidak mengabdi kepada-Nya
6. Kecintaan yang tidak diridhai Allah dan tidak dalam menjalankan perintah-Nya
7. Waktu yang terbuang-buang, yang tidak digunakan untuk mengetahui Allah dan mendekatkan diri kepada-Nya
8. Pemikiran yang berputar-putar pada sesuatu yang tidak bermanfaat
9. Pengabdian yang tidak mendekatkan diri kepada-Nya, tidak juga mendatangkan kemaslahatan bagi dunia
10. Rasa takut dan berharap kepada orang. Padahal nasib orang itu di tangan Allah. Orang itu sendiri tidak memiliki untuk dirinya bahaya, manfaat, kematian, dan kehidupan kecuali dengan izin Allah
(Ibnu Qayyim Al-Jauziah dalam Al-Fawa’id)



[Sumber: Majalah Tarbawi, edisi_lupa2@inget.com]

Monday, March 29, 2010

Ketika Pantai Bercerita


Ada 2 perompak kapal sdang asik mlihat matahai tenggelam di tepian pantai, tiba-tiba mreka mnemukan ibu yg blanjut usia sdg mngais-ais nasi di butirn pasir.
Sang ibu ditanya olh peropak: "mngapa ibu di sini?"
"sy sdg mnunggu ank saya u/ mnemput kembali ke sini, ia janji akan sgra menjemputku, pdhl matahari sdh mlai tnggelam, tp ia blm dtg?"jawab sang ibu.
"apakah ibu mempunyai no telponnya, agar bisa kami mnghubunginya?" tanya perombak kapal.
"anakku memberikan kertas ini padaku, siapa tahu ada no tlpnya di kertas ini".
Sang perombak kapalpun mbukanya"bagi siapa yg mnemukan ibu tua ini slahkan kirimkan dia ke panti jompo"

Tersentaklah hati sang perompak. Akhirnya mrka merayu sang ibu untuk ikut bersama mrka saja, namun sang ibu menolaknya, karna ia yakin bahwa sang anak pasti akan menjemputnya kembali.

Ibu tua itu berlari meninggalakan kedua perompak itu, karna ibu tdk mau ikut bersama para perompak itu..
Tak lama kemudian terdengarlah bunyi sirine ambulan dan mobil polisi.
Ada rasa heran kepada kerumunan orang yang berada di sebrang jalan itu, akhirnya kedua perompak menghampiri kerumunan itu, dan berdesakkan untuk bisa melihat apa yang sedang terjadi..

.......

ternyata ada mayat yang sudah terbujur kaku.. itulah mayat sang ibu tua yang tadi bersama mereka.
Salah satu perompak kapal menanyakan ke saksi mata yang melihat: "maaf pak, apa penyebab kematian sang ibu ini?"
" ibu tua ini tadi sempat tinggi tekanan darahnya karena CEMAS MEMIKIRKAN ANAKNYA yang tak kunjung untuk menjemputnya di pantai ini. Ibu ini sangat khawatir takut terjadi seuatu dengan anaknya di jalan, shngga blm menjmputnya" jawab si bapak

"Sungguh ibu yang bhati mulia, tak sadarkah ia sedang dibuang oleh buah hatinya?" guman hati sang perompak.

Kisah yang memilukan.. Entahlah harus dicap apalagi sang anak tersebut selain gelar anak durhaka.
Padahal sang ibu tlah gratis meminjamkan rahimnya untuk kita tumbuh menjadi janin. Ibu yang tlah rela memptaruhkan nyawanya u/ anaknnya lahir. Ibu harus terjaga ktka hrs mnyusui anaknya di tngah malam.. Hanya ibu yang sangupi dgn sabar mendidik kitadgn ilmu & ksh syg pnh cinta hngga menjadi manusia y sukses.. Tak sadarkah bhwa ibupun ktka makan jg harus mencebokki anaknnya balitanya yg sdg buang air besar? dan hampir kotoran kita termakan olh bliau.

Namun tak jarang ketika kita tubuh menjadi sukses, kaya, memikiki istri yg cantik, malah melupakan bahkan menendang orang tua kita sndiri,mencaci maki dgn sesukanya, ataupun malu untuk mengakui orang tua kita yg sudh tak berharta lagi...

Sehabis mdngarkan ksh ini jujur mata gw sesegukkan, n berlari ke kamar bunda... (klo kisah ini mah off side).
Pesan bundaku: yakinlah nak, bhwa ilmu dan pengajaran agama yg tlah mama tanamkan padamu takkan sanggup membuatmu sprti itu, jgn bfikir tlalu jauh krn kisah ini hnya sbutir plajarkan berarti. Cukuplah kamu blabla... (rahsia)"

ayo yg msh punya bunda... Sgra hmpiri beliau, lalu rasakan dekapannya yg nyata dan ada ion psitif kasih sayang yg akan beliau beri u/mu sbgai energi penyemangat..
Kehidupan yang sukses bukanlah sglanya, namun bagaimana kita tdk melupakan orang-orang yg tlh dgn setia menemani kita menuju tangga tsebut. Jangan seperti orang jepang yg suka mebuang ortunya ke panti jompo karna mrsa sibuk dgn pkerjaannya. Cobalah luangkan waktu u/ ayah bunda trcinta, bersnda guraulah dgn mrka mk kan kau rasakan hangatnya suhu cinta yg tercipta di sekeliling kita..


Allah memerintahkan dalam Al-Qur’an agar berbakti kpd kedua orang tua. Mengenai wajib seorang anak berbakti kpd orang tua, Allah berfirman di dalam surat di bawah ini ya..

"Dan Rabb-mu telah memerintahkan kpd manusia janganlah ia beribadah melainkan ha kpdNya dan hendaklah beruntuk baik kpd kedua orang tua dgn sebaik-baiknya. Dan jika salah satu dari kedua atau kedua-dua telah berusia lanjut disisimu maka janganlah katakan kpd kedua ‘ah’ dan janganlah kamu membentak keduanya” [Al-Isra : 23]

“Dan katakanlah kpd kedua perkataan yg mulia dan rendahkanlah dirimu terhadap kedua dgn penuh kasih sayg. Dan katakanlah, “Wahai Rabb-ku saygilah kedua sebagaimana kedua menyaygiku di waktu kecil” [Al-Isra : 24]

"Kami perintahkan kpd manusia supaya beruntuk baik kpd dua orang ibu bapaknya, ibu mengandung dgn susah payah, dan melahirkan dgn susah payah (pula). Mengandung sampai menyapih ialah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umur sampai empat puluh tahun, ia berdo’a “Ya Rabb-ku, tunjukilah aku untuk menysukuri nikmat Engkau yg telah Engkau berikan kpdku dan kpd kedua orang tuaku dan supaya aku dpt beruntuk amal yg shalih yg Engkau ridlai, berilah kebaikan kpdku dgn (memberi kebaikan) kpd anak cucuku. Sesungguh aku bertaubat kpd Engkau dan sesungguh aku termasuk orang-orang yg berserah diri” [Al-Ahqaaf : 15]

“Mereka berkata kpdmu (Muhammad) tentang apa yg mereka infakkan. Jawablah, “Harta yg kamu nafkahkan hendaklah diberikan kpd ibu bapakmu, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yg sedang dalam perjalanan. Dan apa saja kebajikan yg kamu peruntuk sesungguh Allah Maha Mengetahui” [Al-Baqarah : 215]

Sebenarnya msh banyak lagi surah al qur'an yg mnjd landasan kita u/ bsikap ke kdua orang tua.. Silahkan dibuks-buka n dibaca isi kandungan di stiap ayatnya^^ Smg kita smua kelak tdk spri fulan itu.amin.

Tuesday, March 23, 2010

RAJA DENGAN MATA CACAT SEBELAH

Alkisah hidup seorang raja yang memiliki mata cacat sebelah.
Mata kanannya tertusuk pedang saat ia sedang memimpin sebuah peperangan.
Suatu hari ia ingin memiliki sebuah lukisan potret dirinya untuk dipasang pada ruang jamuan para tamu-tamu raja.
Untuk mewujudkan keinginan nya itu, raja mengundang para pelukis dari seantero negeri.
Dalam waktu sekejap maka berdatanganlah para pelukis-pelukis hebat yang siap mewujudkan keinginan sang raja.
Namun apa yang terjadi setelah mereka melihat kondisi fisik sang raja..??
Mereka semua mundur dari sayembara, mereka tidak sanggup untuk melukis sang raja, kecuali 3 orang pelukis yang bertahan untuk tetap melukis wajah sang raja.

Kesempatan pertama diberikan sang raja untuk pelukis pertama.
Dengan sangat serius sang pelukis membuat karyanya menjadi sebuah karya terbaik.
Wajah sang raja menjadi sangat tampan dalam lukisan nya.
Tetapi, apa yang terjadi..?? Sang raja marah, karena sang pelukis membuat lukisan wajah sang raja dengan mata yang tidak cacat.
Sang pelukis mengubah kondisi yang sebenarnya, sang raja merasa ditipu, ”Ini bukan wajah saya yang sebenarnya, ini wajah orang lain” bentak sang raja.
”Hukum dia karena menipu saya..!!”.

Kemudian kesempatan kedua diberikan kepada pelukis kedua.
Karena takut maka sang pelukis membuat lukisan sesuai dengan aslinya, cacat mata sang raja tampak sangat jelas terlihat sehingga membuat sang raja demikian gusarnya.
”Hukum pelukis ini, dia telah menghinaku di depan rakyatku..!!”.

Akhirnya sampailah giliran bagi pelukis ketiga untuk menunjukkan bakatnya.
Sang pelukis ketiga mulai melukis wajah sang raja, secara perlahan terlihat senyum di wajah sang raja, ia sangat puas dengan lukisan pelukis ketiga.
”Berikan hadiah-hadiah emas dan baju-baju mewah untuk pelukis ini, lukisannya telah membuatku bangga dan tidak merasa tertipu..!!”.

Anda tahu apa yang dilukis oleh pelukis ketiga..?? Ia melukis wajah sang raja dari sisi sebelah kiri dengan sangat baik. Mata kanan sang raja yang cacat tidak terlihat, yang terlihat hanyalah mata kiri sang raja yang normal sehingga membuat wajah sang raja demikian terlihat tampan.

Apa yang dapat kita ambil dari kisah menarik ini..??
Belajar untuk berpikir keluar dari kotak ( Think Out Of Box ).
Jangan pernah terpaku pada permasalahan secara fisically, tapi lihatlah substansi permasalahan yang ada.
Kemudian biarkan fikiran anda untuk surfing mencari solusi dari permasalahan itu kemanapun ia mengarah.
Ikutilah aliran fikiran anda kemana pun, biarkan ia rileks untuk menemukan jawaban permasalahannya.

Percaya pada diri anda sendiri, yakinkan bahwa setiap masalah adalah sebuah pintu menuju tempat yang lebih baik, bahwa masalah adalah jalan menuju kehidupan yang lebih indah, dan bahwa masalah adalah tangga menuju ke tingkat yang lebih tinggi.

Setiap orang besar selalu dibesarkan oleh masalah, didewasakan oleh masalah dan dibijaksanakan oleh masalah.

Pada dasarnya, kita adalah seorang Problem Solver yang handal.
Bahkan sejak sebelum kita terbentuk menjadi sebuah janin, saat sel spermatozoa dihadapkan pada permasalahan- permasalahan untuk menuju sel telur.
Dengan gagah berani ia hadapi semua permasalahan itu, ia jalani dengan penuh semangat perjuangannya menuju sel telur.

Dan saat semua permasalahan telah diselesaikannya maka siapakah dia..?? Itulah diri kita. Lalu pantaskah kita lemah menghadapi masalah..??
Lalu pantaskah kita sedih menghadapi masalah..??
Lalu pantaskah kita goyah menghadapi masalah..??
Ingatlah bahwa kita diciptakan sebagai ”Problem Solver Sejati”..!!

Jangan pernah berkata : ”Tuhan, saya memiliki masalah yang sangat besar..!!”.
Tapi katakanlah : ”Wahai masalah… ketahuilah bahwa saya memiliki Tuhan Yang Maha Besar..!!!”.